Jaringan Infrastruktur dan Adhoc

Januari 5, 2010 at 4:12 am (Jaringan, Materiku) (, , , , )

Teknologi wireless atau jaringan tanpa kabel sudah sedemikian pesat berkembang saat ini. Di kampus – kampus bahkan di angkringan sekalipun sekarang sudah memasang piranti wireless. Hal ini memberikan banyak keuntungan positif bagi kita untuk dapat memanfaatkan jaringan komunikasi dengan mudah dan murah.

Jaringan wireless umumnya memerlukan access point atau  AP yang bertugas mengubah data yang lalu lalang di media kabel menjadi sinyal-sinyal radio yang dapat ditangkap oleh perangkat wireless. AP akan menjadi gerbang bagi jaringan wireless untuk dapat berkomunikasi dengan dunia luar maupun dengan antar sesama perangkat wireless di dalamnya.

Jaringan Infrastruktur

Wireless lan memiliki SSID (Service Set Identifier) sebagai nama jaringan wireless tersebut. Sistem penamaan SSID dapat diberikan maksimal sebesar 32 karakter. Karakter-karakter tersebut juga dibuat case sensitive sehingga SSID dapat lebih banyak variasinya.

Dengan adanya SSID maka wireless lan itu dapat dikenali. Pada saat beberapa komputer terhubung dengan SSID yang sama, maka terbentuklah sebuah jaringan infrastruktur.

Berikut ini merupakan gambaran dari sebuah jaringan infrastruktur.

Gb. Jaringan infrastruktur

Pada gambar diatas terlihat bahwa beberapa komuputer dihubungkan oleh satu wireless lan, disini toplogi jaringan yang terbentuk adalah topologi star. Berbeda dengan jaringan infrastruktur, jaringan ad-hoc tidak membutuhkan sebuah wireless lan untuk menghubungkan masing-masing komputer dan topologi jaringan yang terbentuk adalah jaringan mesh. Berikut ini merupakan gambaran dari topologi pada jaringan ad-hoc.

Gb. Jaringan AdHoc

Pada kenyataannya tanpa menggunakan sebuah wireless lan komunikasi antara komputer masih dapat terjadi, cukup dengan menggunakan konsep jaringan ad-hoc. Jaringan ad-hoc merupakan bentuk komunikasi jaringan wireless yang paling sederhana.

Ad-hoc mode digambarkan sebagai jaringan peer-to-peer atau juga di sebut dengan Independent Basic Service Set (IBSS). Ad-hoc mode digunakan untuk membentuk jaringan ketika wireless infrastructure tidak tersedia dan layanan seperti client server tidak diperlukan.

Dengan menggunakan jaringan ad-hoc kita dapat melakukan kegiatan seperti  file sharing dan Internet Conection Sharing. Berikut ini adalah tahapan-tahapan dalam konfigurasi jaringan ad-hoc ( dengan Windows Seven)

1. Buka Control Panel > Network and Internet > Network and Sharing Center

2. Pilih Set up a new connection or network

3. Setelah itu pilih set up a wireless ad hoc (computer-to-computer) network


4. Akan muncul permintaan memasukkan Network name SSID, Security type, dan Security Key.

5. Dengan ini maka telah dibuat sebuah network baru dengan network name yang telah ditentukan. Untuk dapat melakukan Internet Connection Sharing maka cukup memilih option “Turn on Intenet Connection Sharing” dengan syarat telah memeliki koneksi internet sebelumnya dengan menggunakan kabel Lan, dial up atau modem 3G, dsb.

6. Secara default jika langkah 5 telah dilakukan maka Internet Connection Sharing telah dapat dilakukan, akan tetapi untuk pengaturan yang lebih spesifik pada masing-masing koneksi internet yang kita pakai yaitu dengan konfigurasi pada : Control Panel > Network and Intenet > Network and Sharing Center kemudian pilih jenis koneksi yang ingin kira share, masuk ke properties, pilih tab sharing, setelah itu beri tanda centang pada “Allow other network users to connect through this computer’s Intenet Connection”.

7. Saat ini komputer telah menjadi seolah-olah sebuah access point yang menunggu client-client. Akan tetapi wireless adapter masih belum mempunyai IP Address, IP address akan muncul apabila ada client yang sudah secara automatis maka komputer kita akan menjadi gateway untuk client-clientnya.

8. Untuk melalukan file sharing, klik kanan pada folder yang akan kita share selanjutnya pilih properties, pilih option sharing > advanced sharing > check box “share this folder“. Secara default permissions yang diset adalah allow read for everyone, akan tetapi kita dapat mengkonfigurasikan sendiri permission share tersebut.

9. Dengan demikian proses pertukaran file melalui jaringan wireless dapat dilakukan.

Standarisasi Jaringan Adhoc

Standarisasi Jaringan Adhoc  yaitu IEEE 802.11. Standardisasi IEEE 802.11 mendefinisikan dua model dari jaringan wireless. Model dari jaringan wireless tersebut adalah jaringan Ad Hoc dan infrastruktur. Pada jaringan Ad Hoc, konfigurasinya adalah peer-to-peer dimana tidak ada satu stasiun pun yang berfungsi sebagai server.

Standardisasi 802.11 mendefinisikan tiga jenis dari topologi jaringan wireless seperti Basic Service Set (BSS), Independent Basic Service Set (IBSS), dan Extended Service Set (ESS). Jaringan ad hoc termasuk dalam topologi IBSS karena karena hanya topologi IBSS yang tidak menggunakan Access Point.  Topologi Independent Basic Service Set (IBSS) adalah topologi dimana terdiri atas sekelompok station (STA) yang saling mengenal dan berkomunikasi satu dan lainnya via media wireless, nirkabel, secara peer-to-peer.

Protokol Jaringan Ad Hoc

Routing Protokol yang terkenal untuk jaringan Ad Hoc adalah :

  • Ad Hoc On-demand Distance Vector (AODV)
  • Dynamic Source Routing (DSR)
  • Zone Routing Protocol (ZRP)
  • Temporally Ordered Routing Algorithm (TORA)

Prinsip Kerja Jaringan Adhoc

Pada topologi ad-hoc–biasa dikenal sebagai jaringan peer-to-peer–setiap PC dilengkapi dengan sebuah adapter wireless LAN yang mengirim dan menerima data ke dan dari PC lain yang dilengkapi dengan adapter yang sama, dalam radius 300 kaki (?100 meter). Untuk topologi infrastruktur, tiap PC mengirim dan menerima data dari sebuah titik akses, yang dipasang di dinding atau langit-langit berupa sebuah kotak kecil berantena. Saat titik akses menerima data, ia akan mengirimkan kembali sinyal radio tersebut (dengan jangkauan yang lebih jauh) ke PC yang berada di area cakupannya, atau dapat mentransfer data melalui jaringan Ethernet kabel. Titik akses pada sebuah jaringan infrastruktur memiliki area cakupan yang lebih besar, tetapi membutuhkan alat dengan harga yang lebih mahal.

Keuntungan Jaringan Wireless :

1. Jaringan wirless mudah untuk iimplementasikan karena hanya memerlukan sebuah perangkat penerima dan pemancar untuk membangun sebuah jaringan wireless setelah itu tinggal sedikit mengkonfigurasi. Selain itu dengan jaringan tanpa kabel akan lebih simple dan rapi dalam hal fisiknya (tanpa kabel), sangat fleksibel karena bisa diimplementasikan hampir di semua lokasi.

2. Dari segi biaya, Wireless LAN sangat cocok bagi Anda yang ingin menghemat biaya yang akan dikeluarkan untuk membangun sebuah jaringan komunikasi data. Karena jaringannya wireless berarti kita tidak perlu kabel (hanya kabel untuk jaringan backbone), biaya perawatan dan instalasinya juga murah.
3. Dapat digunakan untuk memembentuk Jaringan Sementara misalnya diarena pameran, pemulihan pasca bencana, kantor sementara, dan tempat-tempat konstruksi yang menginginkan wireless LAN yang sementara saja, tempat yang sering ditata Ulang.
Adapun kelemahan wireless yaitu:
• Biaya peralatan mahal
• Keamanan data rentan
• Interferensi gelombang radio
• Delay yang sangat besar

Kelebihan Jaringan AdHoc antara lain bentuk komunikasi jaringan wireless yang sederhana sehingga konfigurasinya tidak rumit. Selain itu mode ini akan lebih tepat diterapkan ketika wireless infrastructure tidak tersedia dan layanan seperti client server tidak diperlukan.

Kelemahan jaringan AdHoc antara lain :

Jaringan wireless Ad-Hoc ini akan dapat menimbulkan kekacauan bagi jaringan wireless yang sebenarnya, karena jaringan Ad-Hoc ini mungkin akan menggunakan bandwidth frekuensi yang terbatas yang juga digunakan oleh jaringan wireless sesungguhnya. Jadi, antara jaringan Ad-Hoc dengan jaringan wireless sesungguhnya harus saling berbagi bandwidth frekuensi.

Masalah lain yang dapat ditimbulkan dengan adanya jaringan Ad-Hoc ini adalah keamanan jaringan utama yang menjadi terbuka. Jaringan wireless Ad-Hoc ini dapat dijadikan gateway bagi para penyusup untuk masuk ke dalam jaringan utamanya. Hal ini disebabkan karena jaringan ini sangat sulit untuk diatur secara terpusat selain itu sulit juga memonitor jaringan.


About these ads

5 Komentar

  1. trisno said,

    ulasannya bagus sekali..
    saya ingin tanya ne…
    kira2 kl jaringan ad-hocc sedang jalan, bisa g ya nyambung juga ke jaringan infrastruktur…??

    • sutrionline said,

      mendingan satu2 aja mas biar gk ribet,,, hehe blm pnh nyoba sh…
      tp sebnrnya bs juga y kykny… msti pake router

  2. Boby F Pattihahuan said,

    mas.. klw jaringan ad hoc menggunakan protokol routing.. contohnya protokol routing TORA.. itu gimana cara buatnya.. minta dong cara konfigurasi protokol routing TORA… mohon penjelasannya ya..

  3. surya said,

    mass kalo kelebihan infrastruktur apa saja???

  4. ayatullah said,

    ok thanks sangat bermanfat buat tugas aq,,,,,,,,,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 42 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: